Warganet sedang ramai membahas tentang seorang perempuan berusia 19 tahun yang membranding pernikahannya di usia muda sebagai bentuk kebahagiaan bahkan membuat komunitas jeda sekolah yang banyak ditentang oleh penikmat media sosial.

Bahkan suami dari perempuan muda ini, ikut memberikan pernyataan cukup kontroversial di tengah ramainya netizen menanggapi hal tersebut. Si suami menyebutkan satu kalimat yang membuat publik bergejolak dengan mengatakan bahwa โ€œKuliah Itu Scamโ€

Dari masyarakat umum, akademisi, hingga seorang penulis novel pun ikut berkomentar mengenai kasus ini. Seperti salah satu akun instagram @_snararaaa membuat video yang mengomentari sisi kalimat scam dari kalimat yang diucapkan si laki-laki sambil memegang buku berjudul โ€œDompet Ayah Sepatu Ibu.โ€

โ€œTidak semua orang harus kuliah, tapi menyebut kuliah sebagai scam dari posisi penuh privilege adalah bentuk ketidakjujuran intelektual,โ€ ungkapnya yang ditulis dalam caption video tersebut dan banyak didukung dalam kolom komentar videonya.

Nara menjelaskan perjalanan karakter โ€œDompet Ayah Sepatu Ibuโ€ yang berjuang dengan segala pekerjaan halal hingga harus tidur di sebuah percetakan agar bisa melanjutkan kuliah sampai tuntas.

Menelusuri komentar dalam video tersebut, banyak yang setuju dengan komentarnya, bahkan ada yang menyebutkan sebuah usaha orang tua untuk menjadikan anaknya sebagai sarjana pertama di keluarga.

Sebuah akun dengan nama @nurulie1711 menjelaskan kisahnya yang menyesal saat kawannya masa SMA mengatakan tidak perlu kuliah dan menantang untuk membuktikan bahwa yang kuliah juga bisa sukses.

โ€œKuliah bukan tentang sukses ngga sukses, tapi bangku kuliah ngasih ruang berpikir, sistemis uji gagasan dan ruang kesabaran yang panjang untuk menyelesaikan pendidikan,โ€ tulis yang Nurul saat ini berusaha dengan keras untuk kembali ke bangku kuliah.

Penulis buku โ€œDompet Ayah Sepatu Ibuโ€ ikut memberikan komentarnya dengan meminta kolaborasi unggahan postingan di reels Instagram dan juga mengunggahnya ke instagram story miliknya.

โ€œKuliah scam apa tidak kidsss? Gue mau buat catatan panjang soal ini. Karena jawabannya menurut gue: scam dan tidak scam. Tunggu yaโ€, tulisnya dalam unggahan dalam instagram @js_khairen pada Rabu, 7 Januari 2026 setelah viralnya pernyataan โ€œkuliah itu scamโ€.

Unggahan beberapa jam sebelum instastory dibuat, penulis bersuku Minang ini juga mengungkapkan pendapatnya tentang โ€œkuliah itu scamโ€ dalam unggahan foto carousel.

โ€œTergantung. Jika hanya mencetak sarjana di atas kertas, bisa jadi iya. Apalagi ijazahnya palsu. Gelar doktornya karbitan.โ€

Sebagai penulis yang juga alumni Universitas Indonesia, Khairen memilih sudut pandang tengah di dalam persoalan ini. Bukan tanpa alasan, tapi dia menyebutkan mengenai ada โ€œ(bukan)โ€ dalam serial โ€œKami (Bukan) Sarjana Kertasโ€.

โ€œItulah kenapa ada (bukan) dalam judul serial โ€˜Kami (Bukan) Sarjana Kertas.โ€™ Scam atau tidak, susah menyimpulkan secara general. Persoalan scam atau tidak ini, spektrumnya bukan benar vs salah.โ€

Khairen memilih jalan ini dengan menjelaskan bahwa mungkin saja scam dalam perkuliahan bukan kuliahnya melainkan institusi yang tidak perform. Dari pendidik, visi kampus, hingga kurikulum dan sistemnya.

Banyak yang datang dan duduk tapi tidak tau ke mana arah setelah lulus karena kuliah hanya karena orang tua yang meminta.

โ€œKuliahnya jadi tidak scam. Namun menuntut ilmunya jadi batal. Karena datang ke universitas demi tujuan: agar ortu senang.โ€

Menurut Khairen, ketika seorang lulus dengan ilmu dan relasi yang berguna meskipun sedikit maupun banyak, kuliah jadi tidak scam karena masih ada institusi yang perform di balik orang tersebut.

Khairen juga menjelaskan penentu scam menurut pendapatnya adalah

  1. Institusi dan pendidiknya
  2. Orang tua dan ekspektasinya
  3. Lingkungan sosial yang banyak menganggap orang yang tidak kuliah menjadi jelek
  4. Mahasiswanya itu sendiri.

Dari sini dapat disimpulkan jika pernyataan โ€œkuliah itu scamโ€ tidak selalu benar dan juga tidak mutlak salah. Banyak faktor penentu yang membuat kuliah menjadi gagal atau menipu seseorang (scam) karena seperti yang dikatakan penulis novel bernama J.S Khairen ini bahwa kuliah menjadi scam karena faktor yang berbeda-beda tidak mutlak karena satu alasan yang pasti.

Tapi, Khairen tidak memberikan konklusi jelas terhadap pendapatnya dan tetap membuka diskusi atas pernyataannya tentang hal tersebut.