Salah seorang pengedar dan pengecer judi online togel (toto gelap) telah sukses diringkus oleh pihak aparat kepolisian. Dari para tersangka, pihak kepolisian sukses mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp. 30.000 sebagai sarana bermain judi.

Tersangka itu adalah Mahmud sebagai pengecer. Dia adalah salah seorang warga Dusun Lamor, Desa Jatiurip, Kec. Krejengan. Kemudian ada Taufik sebagai seorang Bandar. Dia adalah salah satu warga Desa Krejengan, Kec. Krejengan, Kab. Probolinggo.

AKBP Eddwi Kurniyanto selaku Kapolres Probolinggo mengungkapkan jika penangkapan kedua tersangka berawal dari adanya informasi warga sekitar yang merasa resah. Terutama dengan adanya bisnis judi togel online di daerah mereka, Dusun Lamor, Desa Jatiurip.

Informasi ini kemudian diteruskan dan akhirnya anggota bergerak. Hingga akhirnya sukses menangkap Mahmud sebagai salah satu pengecer dikediamannya. Ketika diperiksa dan digeledah, pihak aparat kepolisian sukses menemukan beberapa bukti transaksi dalam HP pelaku tentang praktik perjudian toto gelap (togel).

https://viralqq.best/

Setelah terus didesak, Mahmud mengaku jika perbuatannya dan mengatakan sudah melakukan setoran uang/dana pada Taufik sebagai bandar togel. Informasi itu, polisi kemudian meringkus Taufik dikediamannya dan memperoleh bukti sama.

Kemudian, keduanya langsung diringkus menuju ke Markas Polres Probolinggo untuk dilakukan proses hukum jauh lebih lanjut.

“Kedua tersangka sudah sejak lama jadi target operasi petugas. Kali ini, bisa ditangkap beserta barang bukti. Sebab modusnya adalah judi online. Sehingga kedua tersangka sangat sulit untuk ditangkap.”ungkap AKBP Eddwi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, para pelaku akan dijerat dengan KUHP pasal 303 dengan hukuman penjara 10 tahun.

44 PEMAIN JUDI TOGEL DIRINGKUS DALAM 1 PEKAN

Ada 44 pemain judi togel di Banyuwangi sukses diringkus petugas. Para pelaku ditangkap di 30 titik tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Dari total pelaku, salah satunya adalah perempuan.

“Sekitar 44 tersangka kami amankan setelah terlibat kasus perjudian dalam waktu kurang lebih 5 hari.”ungkap AKBP Arman Asmara Syarifuddin selaku Kapolresta Banyuwangi.

Proses penangkapan 44 pelaku tersebut mayoritas berawal dari adanya informasi di beberapa kecamatan yang tersebar di Kab. Banyuwangi. Karena, aktivitas para pemain judi ini dianggap sangat meresahkan.

Dengan sangat sigap, pihak aparat kepolisian segera menjalankan operasi dan sukses mengamankan para tersangka beserta dengan barang bukti.

“Terdapat 44 barang bukti sukses kami amankan. Seperti diantaranya kartu remi, meja bilyar, kotak cap jiki dan juga uang tunai sebesar Rp. 4.585.000 dan juga beberapa barang bukti lain.”ungkapnya.

Bagi Arman, dari total 44 pemain judi yang sukses diamankan. Salah satunya adalah wanita. Dengan menggelar aktivitas judi seperti capsa remi, jiki, togel, remi sanggong, ceki dan biliar. Mereka juga akan dijerat KUHP Pasal 303 terkait perjudian.

“Sebagian besar bermain judi togel, dengan nilai rating paling tinggi di kawasan Kota Banyuwangi.”ungkap Arman.

GADAI ISTRI DEMI BERMAIN JUDI

Sementara itu seorang pria di Lumajang bernama Hori merelakan istrinya sebagai jaminan hutang Rp. 250 juta. Hori mengatakan jika hutang itu untuk menjalankan bisnisnya. Akan tetapi, diduga uang itu digunakan modal bermain judi.

AKBP Muhammad Arsal Sahban selaku Kapolres Lumajang mengatakan ada sejumlah fakta baru yang diperoleh pihak kepolisian ketika melakukan interogasi pelaku maupun saksi. Ternyata, pelaku memang sudah sangat terkenal gemar bermain judi. Tidak hanya itu, Arsal berkata ketika diinterogasi, semua jawaban pelaku juga terkesan plin-plan.

“Dari proses interogasi, saya telah menemukan sejumlah tanda kebohongan. Dimana mimic wajah maupun gesture tubuh pelaku menandakan jika dia berbohong.”ungkap Arsal.

Kemudian Arsal memberikan contoh Hartono. Seorang pria yang memberikan pinjaman uang Rp. 250 juta pada Hori. Dia mengatakan jika uang pinjaman itu digunakan kerja sama bisnis dengan Hori. Kerja sama itu adalah tambah udang di kawasan Banyuwangi. Keduanya menggunakan sistem bagi hasil.

Hartono yang tengah ada di Malaysia setuju dan menyerahkan seluruh urusan bisnis pada Hori. Dimana Hori berjanji akan berikan uang Rp. 5 juta secara rutin sebagai hasil kerja sama keduanya. Akan tetapi, Hartono mengakui tidak pernah memperoleh sepeserpun uang.

Sebelumnya, kasus tersebut mencuat karena Hori berhutang uang pada Hartono senilai Rp. 250 juta. Hori menyerahkan istrinya ke Hartono sebagai jaminan. Dimana setelah hutang dilunasi, istri Hori akan dikembalikan.