Melakukan pemasaran produk merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menarik pelanggan dan mendapatkan keuntungan, apa perbedaan pemasaran online dan offline

Pemasaran sendiri berarti kegiatan memperkenalkan, menginformasikan, dan menyampaikan nilai suatu produk. Dengan melakukan kegiatan pemasaran, konsumen akan lebih mengenal produk yang ditawarkan dan dapat memperoleh kepuasan dari produk tersebut.

Apa Perbedaan Pemasaran Online Dan Offline?

Terdapat dua jenis pemasaran yang perlu anda ketahui, yakni offline dan online. Pemasaran online merupakan kegiatan yang berjalan dengan sistem atau media online. Sedangkan pemasaran offline merupakan kegiatan yang berjalan dengan sistem offline atau secara langsung.

Perbedaan Pemasaran Online Dan Offline
  1. Jumlah Produk

Dalam bisnis offline, penjual tidak bisa menampilkan jumlah produk kecuali sudah menghitung stoknya. Tentu hal ini cukup merepotkan apabila ada customer yang ingin membeli produk dalam jumlah besar atau banyak.

Sebaliknya dalam bisnis online mewajibkan seller update mengenai barang secara otomatis. Sehingga memudahkan konsumen mendapatkan informasi mengenai jumlah barang yang tersedia.

  1. Cara Membeli

Dalam bisnis atau usaha online, cara transaksi cenderung dilakukan menggunakan link pada konten marketingnya. Penjual biasanya langsung menyebutkan cara membeli di konten media sosial.

Sedangkan pada sistem offline, calon pembeli harus datang langsung ke toko. Namun ada juga beberapa penjual yang menawarkan produk langsung untuk dijual di tempat. Sudah paham mengenai perbedaan pemasaran online dan offline?

Selain itu, mengingat dalam pemasaran online, pelanggan harus mengakses toko secara langsung untuk melakukan transaksi, toko offline umumnya perlu membuka cabang untuk meningkatkan jangkauan pelanggan.

  1. Cara Menemukan Item

Dalam bisnis online, pencarian barang lebih mudah karena ada katalog yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Semua kalangan menjadi lebih mudah menemukan produk atau keperluan yang mereka butuhkan. 

Dalam bisnis offline, orang harus pergi ke toko atau perwakilan merek untuk mencari barang yang mereka butuhkan. Hal ini tentu menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari produk.

  1. Jumlah Modal

Mengenai modal untuk pemasaran offline dan online tentu saja berbeda. Untuk pemasaran offline biasanya anda akan mengeluarkan budget lebih besar karena menggunakan media massa sebagai media promosi. 

Sebagai catatan, harga satu kali iklan di acara televisi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Selain itu, ada juga biaya untuk mencetak brosur, siaran langsung, pertemuan tatap muka dan lain sebagainya yang tentunya memakan banyak anggaran dan tenaga.

Sedangkan dalam pemasaran online anggaran yang dikeluarkan tidak sebesar pemasaran konvensional karena dilakukan melalui media online. Meskipun dilakukan melalui iklan digital (fb ads, google ads, tiktok ads, twitter ads, dan lain sebagainya).

Budget yang dikeluarkan tidak sebanyak beriklan di media massa. Hal ini dikarenakan sistem pemasaran offline tidak membutuhkan alat pemasaran fisik seperti brosur, baliho, videotron, dan masih banyak lainnya.

Namun perlu dicatat, dalam pemasaran online, brand harus menggabungkan strategi periklanan, optimasi media sosial, seo, website, dan lainnya yang tidak menghabiskan banyak anggaran pemasaran dengan hasil yang sama. 

Pelaku usaha balon dancer dan balon joget bisa menerapkan pemasaran melalui media online maupun offline, keduanya mempunyai peluang yang besar.

  1. Jangkauan Pemasaran

Jangkauan pemasaran kedua metode pemasaran ini cukup berbeda. Dalam pemasaran offline, jangkauan pemasaran sangat terbatas karena membutuhkan kehadiran fisik seseorang yang bertindak sebagai penjual atau media fisik untuk publikasi produk yang dipasarkan. Alhasil, tujuannya hanya sampai pada mereka yang merasakan kehadiran fisiknya.

Sedangkan pemasaran online dilakukan melalui media internet, dimana masyarakat dapat mengaksesnya bahkan tanpa harus bertemu dengan pihak pemasaran. Pemasaran online bisa dijalankan dengan mudah melalui beberapa media social. Jangkauan pemasaran ini tidak terbatas, bahkan sampai ke luar negeri. Mudah kan memahami perbedaan pemasaran online dan offline?

  1. Waktu

Digital marketing sangat terikat waktu, dimana pesan akan tersampaikan hanya pada saat brand sedang menjalankan campaign. Misalnya, penyebaran informasi akan terjadi pada saat tenaga penjualan menawarkan produknya atau membagikan brosur yang berisi informasi merek.

Sedangkan pemasaran digital akan terus berlanjut bahkan ketika merek tidak melakukan aktivitas apa pun. Itu karena pemasaran digital berjalan selama konten pemasaran masih ada di internet. Orang dapat mengakses pemasaran konten kapan saja tanpa harus bergerak sendiri.

  1. Jenis Produk

Dari segi jenis produk, saat melakukan pemasaran offline, penjual harus memiliki produk untuk ditunjukkan kepada pembeli secara langsung. Hal tersebut mempunyai tujuan agar calon konsumen bisa mengetahui produk yang akan dibeli lebih detail.

Sedangkan dalam pemasaran online, produk cukup ditampilkan melalui gambar disertai deskripsi pendukung. Penjual dapat membuat konten video agar pembeli dapat melihat detail produk lebih lengkap.

Demikian ulasan yang bisa kami sampaikan kepada kalian semua perbedaan pemasaran online dan offline, semoga memberikan banyak manfaat.

Baca Juga: Bingung Cara Membuat Tag di YouTube? Begini Panduannya!