Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Meskipun begitu ternyata masih ada orang-orang yang tidak memahami dengan baik. Sekali terserang hipertensi dapat mengakibatkan komplikasi penyakit. Hal ini menjadi pertanyaan kenapa hipertensi menyebabkan stroke?

Pada dasarnya hipertensi menjadi faktor pendorong utama semua penyakit pembuluh darah dan penyakit koroner. Selain itu, hipertensi menyebabkan angka kematian tertinggi di dunia. Penyakit ini disebabkan karena pembuluh darah dalam tubuh tidak begitu rileks. Alhasil terciptalah resistensi lebih tinggi dalam proses pemompaan darah pada jantung.

Kenali Klasifikasi Tekanan Darah

Kenapa Hipertensi Menyebabkan Stroke?
source: pixabay.com Gerald Oswald

Tekanan darah menjadi faktor penentu apakah seseorang mengalami hipertensi atau tidak. Menurut Joint National Committee (JNC) 8 yang  mengemukakan klasifikasi tekanan darah yang normal berdasarkan usia. Penjelasannya sebagai berikut:

  • Berusia 60 tahun dan lebih target tekanan darah normal < 150/90
  • Berusia kurang dari 60 tahun target tekanan darah normal < 140/90
  • Berusia lebih dari 18 tahun pada penderita gagal ginjal kronis mempunyai target tekanan darah normal <140/90
  • Berusia lebih dari 18 tahun dengan pengidap diabetes mempunyai target tekanan darah normal < 140/90.

Apabila tekanan darah seseorang berdasarkan klasifikasi diatas lebih maka kemungkinan besar mengalami hipertensi. Jadi, tidak ada salahnya apabila mengecek tekanan darah sedini mungkin.

Baca juga: Cara Mudah untuk Menambah Followers Tiktok tanpa Hack

Kenapa Hipertensi Menyebabkan Stroke 

Seseorang penderita hipertensi berpotensi besar terkena serangan stroke secara tiba-tiba. Dimana stroke yang dimaksud terbagi dalam dua macam yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik.  

Pada stroke iskemik lebih mudah disembuhkan dengan obat stroke atau dengan mendatangi dokter dibandingkan stroke hemoragik. Selain itu, angka penderita stroke iskemik hanya sebesar 13% dari persentase seluruh penderita stroke.  Berbeda dengan stroke hemoragik yang proses penyembuhannya harus dilakukan melalui prosedur operasi atau pembedahan.

Baik stroke iskemik dan stroke hemoragik akan berakibat fatal jika tidak segera memperoleh penanganan medis. Simak penjelasan berikut ini tentang kenapa hipertensi menyebabkan stroke. Check this out!

1. Stroke Iskemik 

Stroke iskemik terjadi apabila gumpalan darah yang terbentu pada arteri yang bekerja mengalirkan darah menuju otak. Akibatnya suplai darah kurang memadai untuk didistribusikan pada neuron otak. 

Alhasil, otak berhenti bekerja dan merusak fungsi tubuh paling vital. Menurut penuturan dari ahli saraf vaskular, Julius Gene Latorre, MD terdapat 40-50 persen penderita stroke iskemik  disebabkan karena riwayat hipertensi. 

Stroke iskemik masih dikategorikan sebagai stroke yang ringan. Tetapi jika terjadi serangan stroke dan tekanan darah masih tinggi maka kemungkinan besar menyebabkan pembuluh darah pecah. Selain itu, jangka waktu penyembuhan stroke iskemik cenderung lebih lama.

2. Stroke Hemoragik

Beberapa kasus mengemukakan jika tekanan darah tinggi menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Apabila pembuluh darah pecah dalam otak menyebabkan serangan stroke hemoragik. Pasalnya, cairan darah yang keluar dari pecahan pembuluh darah dapat bocor sampai ke tempurung kepala. 

Hal inilah yang mengakibatkan kerusakan jaringan otak untuk jangka panjang. Stroke hemoragik tergolong berbahaya karena hanya dapat disembuhkan dengan tindakan operasi. Biasanya penderita stroke hemoragik adalah orang-orang lanjut usia.

Penderita stroke hemoragik tidak diberikan obat pengencer darah karena dapat menyebabkan kebocoran pembuluh darah lebih parah. Sehingga, jalan satu-satunya dengan melakukan prosedur pembedahan atau operasi.

Seperti itulah ulasan kenapa hipertensi menyebabkan stroke yang wajib disadari. Sehingga Anda dapat melakukan pencegahan lebih awal. Serta meminimalisir resiko komplikasi dengan penyakit lainnya.

Satu kali terkena serangan stroke dan sembuh, bukan berarti Anda terbebas selamanya. Ingat jika penyakit stroke dapat terjadi berulang dalam kurun waktu 5 tahun pasca dinyatakan sembuh.

Hipertensi tidak hanya menyebabkan stroke saja. Tetapi juga berpengaruh besar terhadap kesehatan jantung. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, rata-rata penderita penyakit jantung memiliki riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi). 

Adapun masalah yang sering ditemukan masyarakat yakni tidak sadar dirinya terkena darah tinggi. Terlebih lagi, seseorang yang mengalami hipertensi sulit mengetahuinya karena tidak menunjukkan gejala signifikan.

Oleh karena itu, American Heart Association menjuluki hipertensi adalah “silent killer”. Seiring bertambahnya usia maka resiko terkena hipertensi semakin tinggi. Pada orang-orang berusia 60 tahun keatas atau lansia memiliki resiko mengalami hipertensi lebih besar daripada anak muda.

Jadi, sebaiknya menghindari penyebab hipertensi sejak dini. Mulai dari menerapkan gaya hidup sehat, olahraga teratur, mengurangi konsumsi garam, tidak merokok dan minuman beralkohol.

Selain itu, ada juga hipertensi yang terjadi karena beban pikiran terlalu banyak. Misalnya mengalami stress dan depresi. Untuk mengatasinya Anda dapat memulai pikiran positif, melakukan hobi, dan cukupi waktu tidur.

Setelah divonis hipertensi oleh dokter segara lakukan upaya penyembuhan. Seperti menjaga pola makan dan berolahraga teratur. Sehingga, tekanan darah tinggi diminimalisir untuk menghindari adanya komplikasi penyakit berbahaya.  Semoga ulasan mengenai kenapa hipertensi menyebabkan stroke bermanfaat.